Friday, 6 January 2017

MAKALAH MANAJEMEN WAKTU

 BAB II PEMBAHASAN



1)      DEFINISI WAKTU.
Waktu adalah besaran yang menunjukkan lamanya suatu peristiwa berlangsung. Sering dalam kehidupan sehari – hari waktu dibedakan dengan kronos ( kejadian peristiwa yang aka nada tiap saat ) dan kairos ( kesempatan tidak akan terulang ).

2)      PENGERTIAN MANAJEMEN WAKTU.
Manajemen waktu merupakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan produktivitas waktu. Waktu menjadi salah satu sumber daya unjuk kerja. Sumber daya yang mesti dikelola secara efektif dan efisien. Efektifitas terlihat dari tercapainya tujuan menggunakan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Dan efisien tidak lain mengandung dua makna,yaitu: makna pengurangan waktu yang ditentukan, dan makna investasi waktu menggunakan waktu yang ada. Manajemen waktu bertujuan kepada produktifitas yang berarti rasio output dengan input. Tampak dan dirasakan seperti membuang-buang waktu dengan mengikuti fungsi manajemen dalam mengelola waktu. Merencanakan terlebih dahulu penggunaan waktu bukanlah suatu pemborosan melainkan memberikan pedoman dan arah bahkan pengawasan terhadap waktu.

3)      APLIKASI MANAJEMEN WAKTU BAGI MAHASISWA.
Membedakan Urgen Dan Importen
Menurut Steven Covey yang ditulis didalam bukunya yang berjudul First Things First dapat menjadi bahan acuan untuk membedakan antara Urgent Vs Important. Urgent merupakan area / domain waktu sedangkan important merupakan area target. Masih menurut Steven, ada 4 domain yang seringkali dapat membuat bingung antara urgent dan important, yaitu
1)   Ada tugas yang urgent dan important
Misal penyelesaian tugas akhir atau skripsi menjelang batas akhir, projek yang sudah mendekati deadline dan lain-lain.
2)   Ada tugas yang urgent tetapi tidak important Misal panggilan telpon atau sms, perbaiki atap bocor di musim hujan, dan lain-lain.
3)   Ada tugas yang tidak urgent tetapi important Misal perhatian kepada anak/keluarga, perencanaan projek, perencanaan keuangan keluarga, dan lain-lain.
4)   Ada tugas yang tidak urgent dan tidak important Misal menonton infotainment, bermain game, chatting/telepon yang tidak perlu, dan lain-lain.
Prioritas dan Bukan Hal prioritas adalah jika tidak dilakukan akan berdampak tidak baik bagi diri sendiri. Selain itu ada hal yang perlu kita ketahui untuk mengakomodir semua kebutuhan kita dalam perencanaan perlu kita mengetahu hal proiritas dan tidak. Yang di maksud dengan hal prioritas adalah sesuatu yang kalau tidak dilakukan akan memberikan dampak buruk bagi kita, sehingga hal ini adalah mendesak yang tidak bias ditunda. Sehingga dalam proses manajemen waktu perlu dilakukan identifikasi kebutuhan bagi mahasiswa untuk dimasukan dalam perencanaan sesuai dengan ukuran prioritas dan tidak seperti dalam. Beberapa kebutuahan mahasiswa dalam hal ini dapat dikelompokan menjadi 4 bagian besar :
1)        Kebutuhan Belajar ( peningkatan kecerdasan intelektual)
2)        Kebutuhan Kecerdasan Spiritual
3)        Kebutuhan Pengembangan Diri
4)        Pengabdian Masyarakat






















DAFTAR PUSTAKA
George R Terry, Prinsip-prinsip Manajemen. Bumi Aksara, Jakarta. 2006.
Robbin dan Coulter, Manajemen (edisi kedelapan). PT Indeks: Jakarta. 2007.
Robbins, Stephen dan Mary coulter. 2007. Management, 8th Edition. NJ: Prentice Hall.
Hasibuan, Malayu, Manajemen= Dasar, Pengertian dan Masalah, (PT Bumi Aksara: Jakarta), 2005
Trisnawati Sule, Ernie, Pengantar Manajemen, (KEncana: Jakarta), hal. 8


Thursday, 5 January 2017

MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN

BAB II Pembahasan

DEFINISI  PEMASARAN
Pemasaran adalah suatu proses dan manajeral yang membuat individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain atau segala kegiatan yang menyangkut penyampaian produk atau jasa mulai dari produsen sampai konsumen.

PERANAN PEMASARAN
Peranan pemasaran saat ini tidak hanya menyampaikan produk atau jasa hingga tangan konsumen tetapi juga bagaimana produk atau jasa tersebut dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan dengan menghasilkan laba. Sasaran dari pemasaran adalah menarik pelanggan baru dengan menjanjikan nilai superior, menetapkan harga menarik, mendistribusikan produk dengan mudah, mempromosikan secara efektif serta mempertahankan pelanggan yang sudah ada dengan tetap memegang prisip kepuasan pelanggan.

ARTI  FUNGSI  MANAJEMEN  PEMASARAN
Manajemen pemasaran adalah suatu usaha untuk merencanakan, mengimplementasikan( yang terdiri dari kegiatan mengorganisaikan, mengarahkan, mengkoordinir ) serta mengawasi atau mengendalikan kegiatan pemasaran dalam suatu organisasi agar tercapai tujuan organisasi secara efesien dan efektif.  Di dalam fungsi manajemen pemasaran ada kegiatan menganalisis yaitu analisis yang dilakukan untuk mengetahui pasar dan lingkungan pemasarannya, sehingga dapat diperoleh seberapa besar peluang untuk merebut pasar dan seberapa besar ancaman yang harus dihadapi.

Kegiatan Utama pemasaran
Kegiatan utama pemasaran atau juga disebut marketing mix adalah suatu perangkat perusahaan yang terdiri dari 4 variable yaitu produk, struktur harga, kegiatan promosi dan saluran distribusi dengan tujuan untuk menentukan tingkat keberhasilan pemasaran perusahaan yang bisa memberikan kepuasan dalam pemenuhan kebutuhan konsumen yang dipilih atau segmen pasar yang di harapkan.




Bauran Pemasaran
Kotler (2000) mendefinisikan bahwa “bauran pemasaran adalah kelompok kiat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai sasaran pemasarannya dalam pasar sasaran“. Sedangkan Jerome Mc-Carthy dalam Fandy Tjiptono (2004) merumuskan bauran pemasaran menjadi 4 P (Product, Price, Promotion dan Place).

1. Product (Produk).
Merupakan bentuk penawaran organisasi jasa yang ditujukan untuk mencapai tujuan melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Produk disini bisa berupa apa saja (baik yang berwujud fisik maupun tidak) yang dapat ditawarkan kepada pelanggan potensial untuk.memenuhi kebutuhan dan keinginan tertentu. Produk merupakan semua yang ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, diperoleh dan digunakan atau dikonsumsi untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan yang berupa fisik, jasa, orang, organisasi dan ide.

Produk merupakan hasil dari kegiatan produksi perusahaan yang nantinya akan di jual perusahaan atau barang yang dibeli perusahaan untuk dijual kembali kepada konsumen akhir (bagi perusahaan dagang). Dalam membahas apa itu produk sebagai salah satu dari keempat variable marketing mix maka kita bagi menjadi 3 bagian :
a. Pemilihan produk
b. Pembungkus barang
c. Merk barang

a. Pemilihan barang/produk
Kebijaksanaan perusahaan dalam memilih produk yang akan dijual atau produk yang akan dibeli (bagi perusahaan dagang) amat berpengaruh pada penentuan harga, strategi, promosi, yang akan dilakukan agar berhasil dalam melaksanakan fungsi penjualan dari bidang pemasaran. Pemilihan barang atau produk yang tepat untuk dipasarkan atau sesuai dengan perilaku pembeli ataupun daya beli konsumen akan menguntungkan perusahaan sehingga hasil kegiatan perusahaan yang dicapai akan dapat mempertahankan atau ditingkatkan demi kelangsungan hidup perusahaan. Yang penting disini adalah bagaimana cara mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin dihadapi perusahaan karena terjadi proses tahapan siklus kehidupan barang. Siklus kehidupan barang ini akan selalu terjadi di mana pada suatu saat kalau produk tersebut sudah mencapai tahap kejenuhan akan mengalami penurunan penjualan yang berarti juga terjadi turunnya tingkat pendapatan perusahaan. Oleh karena itu sebelum perusahaan terlambat dalam mengatasi perjalanan produk dalam siklus kehidupan produk maka tindakan yang harus dilakukan adalah strategi apa yang akan dilakukan atau kebijaksanaan apa yang akan dilakukan agar sebelum produk tersebut sudah tidak laku lagi perusahaan sudah menyiapkan produk baru,sebagai pengganti atau strategi baru.
Tahap-tahap siklus kehidupan dibagi menjadi 5 tahapan di mana untuk masing-masing tahap suatu perusahaan harus memasang strategi atau kebijaksanaan yang berlainan untuk menjaga agar kelangsungan hidup perusahaan terjamin. Lima tahap tersebut adalah sebagai berikut :
1. Tahap perkenalan
2. Tahap pertumbuhan
3. Tahap kedewasaan
4. Tahap kejenuhan
5. Tahap penurunan

 1. Tahap Perkenalan
Tahap perkenalan ini menunjukan bahwa barang yang dipasarkan benar-benar baru atau masyarakat belum tahu atau belum mengenalnya sehingga perlu memperkenalkan barang tersebut pada masyarakat melalui penyampaian informasi dengan kegiatan promosi yang gencar dan agresif menekankan merk penjualan, kelebihannya dibandingkan dengan produk sejenis ataupun bagaimana kegunaanya bagi konsumen dan lain-lain. Tahap perkenalan ini biasanya memerlukan ongkos promosi yang sangat tinggi sedangkan hasil penjualan masih berjumlah sedikit dalam memberikan tambahan pendapatan produsen. Tujuan utama promosi adalah agar konsumen tahu dan mengenal dengan baik produk perusahaan dan mulai menyukainya.

2. Tahap Pertumbuhan
Tahap pertunbuhan ditunjukan dengan meningkatnya volume penjualan dengan cepat karena produk sudah menempatkan pada segmen pasar yang sesuai. Usaha yang dilakukan dalam tahap ini adalah menurunkan kegiatan promosinya untuk diganti dengan memperluas dan meningkatkan distribusi ke daerah-daerah (lokasi-lokasi segmen pasar) yang belum dimasuki atau kegiatan promosi digantikan dengan persaingan harga dengan perusahaan pesaing.

Pada tahap ini bermunculan perusahaan-perusahaan pesaing yang mencoba merebut segmen pasar yang kita kuasai dengan menggunakan strategi-strategi yang dengan perlahan dan pasti dapat menggeser kedudukan perusahaan yang lebih dulu masuk pasar.

3. Tahap kedewasaan dan kejenuhan
Tahap kedewasaan merupakan titik puncak kejayaan perusahaan yang ditunjukan dengan peningkatan volume penjualan yang sangat tinggi. Pada tahap ini produk perusahaan sudah dikenal dengan baik oleh konsumen, sehingga usaha promosi amat sedikit peranannya dalam meningkatkan atau menambah volume penjualan.
Tambahan volume penjualan sudah dilakukan sedangkan bagian pasar yang kita kuasai sudah banyak yang dimasuki produk-produk pesaing yang sedikit demi sedikit mulai mengikis segmen pasar kita, ditambah lagi dengan konsumen sudah mulai melirik produk sejenis lainnya yang sekiranya mempunyai keunggulan lebih banyak atau dengan kata lain konsumen sudah mulai jenuh dengan produk yang kita jual.

4. Tahap kemunduran/penurunan
Akibat buruk perilaku konsumen tersebut menurunkan volume penjualan perusahaan sehingga perusahaan harus cepat-cepat mengambil kebijaksanaan agar perusahaan tidak bangkrut. Adapun kebijaksanaan yang akan di ambil oleh perusahaan pada umumnya terdiri dari 2, yaitu :

1. Menghentikan produk yang sudah tidak dapat bersaing dengan digantikan oleh barang yang benar-benar baru dan lain dibandingkan dengan produk lama. Kebijaksanaan ini dapat berjalan dengan lancar asalkan perusahaan mempunyai tenaga yang punya kemampuan dalam membuat motivasi baru, kreasi, atau menciptakan barang yang akan menggantikannya.
2. Tetap mempertahankan barang lama tetapi memperbaharui atribut-atribut lamanya baik dari segi kemasan atau dapat juga menonjolkan kelebihan lain. Kalau alternatif ini tidak dapat dilakukan perusahaan harus dapat membuat barang yang benar-benar baru yang memerlukan penelitian dari awal baik dari segi mutu, merk dagang, pembungkus, cara mendistribusikan dan lain-lain.

b. Pembungkus barang
Bungkus barang merupakan pertimbangan ke dua setelah produk yang sejenis ternyata mempunyai kualitas yang sama kualitas yang sama, rasa yang sama atau kegiatan yang relative berbeda. Maka bagi pembeli yang merasa bingung dengan berbagai merk tersebut akhirnya akan mempertimbangkan bungkus luar produk yang akan dipilih. Oleh karena itu bungkus juga memegang peranan penting dalam penjualan produk.
Untuk membuat bungkus agar menarik pembeli maka perusahaan harus mempertimbangkan dari berbagai aspek baik aspek ekonomis, keindahan maupun praktisnya.
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembungkusan diantaranya:
Bungkus yang membangkitkan hasrat untuk membeli. Bungkus yang mudah diingat.
Bungkus yang tidak menambah harga jual sehingga tidak dapat besaing dengan produk sejenis yang lain. Bungkus di design agar dapat menjaga mutu barang, memudahkan pengangkutan, penyimpanan, penyusunan di rak took, atau memmpunyai kegiatan setelah dipakai habis (ada kegiatan ganda).

c. Merk Barang
Merk barang yang dinyatakan dengan kata-kata saja atau disertai dengan gambar tertentu untuk mempertegaskan adalah sangat penting bagi perusahaan untuk membedakan perusahaan yang satu dengan yang lain. Dengan melihat merk seseorang yang sudah menggemari atau fanatic terhadap rasanya, mutunya atau keadaanya tidak akan nemilih lagi dalam memilih lagi dalam membeli barang cukup hanya dengan melihat gambar tertentu atau kata-kata tertentu dalam suatu prroduk menganggap sudah cukup memutuskan untuk membeli.
Dengan merk yang sudah menjadi langganan pemakai dapat menghemat waktu dalam membeli karena dapat menyuruh orang lain untuk membelinya (praktis) dan membuat anggaran tertentu dalam memakainya. Banyaknya manfaat yang dapat diperoleh konsumen ini ternyata terlihat juga oleh produsen sehingga sering sekali produsen menggunakan merk tersebut sebagai salah satu strategi pemasarannya dengan jalan perusahaan memproduksi barang yang tidak terlalu berbeda setiap memakai berbagai merk, hal ini dilakukan untuk menguasai pasar.

2. Price (Harga)
Bauran harga berkenaan dcngan kebijakan strategis dan taktis seperti tingkat harga, struktur diskon, syarat pembayaran dan tingkat diskriminasi harga diantara berbagai kelompok pelanggan. Harga menggambarkan besarnya rupiah yang harus dikeluarkan seorang konsumen untuk memperoleh satu buah produk dan hendaknya harga akan dapat terjangkau oleh konsumen.

Definisi harga menurut Philip Kotler adalah : “price is the amount of money charged for a product or service. More broadly, price is the sum of all the value that consumers exchange for the benefits of having or using the product or service”. Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan untuk sebuah produk atau jasa. Secara lebih luas, harga adalah keseluruhan nilai yang ditukarkan konsumen untuk mendapatkan keuntungan dari kepemilikan terhadap sebuah produk atau jasa. Sedangkan Stanton mendefinisikan harga: “Price is the amount of money and or goods needed to acquire some combination of another goods and its companying services”. Pengertian di atas mengandung arti bahwa harga adalah sejumlah uang dan atau barang yang dibutuhkan untuk mendapatkan kombinasi dari barang yang lain yang disertai dengan pemberian jasa. Harga merupakan elemen dari bauran pemasaran yang bersifat fleksibel, dimana suatu saat harga akan stabil dalam waktu tertentu tetapi dalam seketika harga dapat juga meningkat atau menurun dan juga merupakan satu-satunya elemen yang menghasilkan pendapatan dari penjualan.
Harga adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh pengguna untuk mendapatkan produk. Dengan kata lain seseorang akan membeli barang kita jika pengorbanan yang dikeluarkan (uang dan waktu) sesuai dengan manfaat yang diperoleh dari prouksi tersebut (Moenroe, 1990). Jika hal ini dikaitkan dengan produk layanan, maka seseorang akan datang ke tempat kita jika waktu atau dana yang dikorbankan untuk mendapatkan produk layanan kita sesuai dengan produk layanan yang ditawarkan. Harga dan kebijaksanaan harga adalah elemen yang paling banyak diperdebatkan dalam pemasaran. Harga adalah satu-satunya variabel strategi pemasaran yang berkaitan dengan pemasukan, bagaimanapun harga mendatangkan masalah tersendiri. Condous (1983) menyarankan, “…apabila pengenaan biaya (charging) merupakan suatu keharusan, maka besarnya harus disesuaikan dengan kemampuan pengguna.”Dalam hal pemasaran jasa, kreatifitas dan keahlian manajemen paling banyak dibutuhkan dalam masalah penetapan harga. Ciri-ciri yang dimiliki jasa menyebabkan dampak yang penting dalam penetapan harga. Ciri-ciri yang dimiliki jasa menyebabkan dampak yang penting dalam penetapan harga. Hal yang menarik sekali adalah bahwa para penjual kerap kali mengetahui permintaan in-elastis. Oleh karena itu mereka menetapkan harga yang paling tinggi. Akan tetapi mereka lalai bertindak yang sebaliknya, jika menghadpi permintaan yang elastis, walaupun harga lebih rendah akan menaikkan penjualan unit, pendapatan total, penggunaan fasilitas dan mungkin juga naiknya laba bersih. Prinsip penetapan harga barang dapat juga diterapkan daam penetapan harga jasa. Secara singkat prinsip-prinsip penetapan harga menurut Zeithaml dan Bitner (1996) adalah sebagai berikut:
1. Perusahaan harus mempertimbangkan sejumlah faktor dalam menetapkan harganya, yang mencakup: pemilihan tujuan penetapan harga, menentukan tingkat permintaan, prakiraan biaya, menganalisis harga yang ditetapkan dan produk yang ditawarkan pesaing, pemilihan metode penetapan harga, dan menentukan harga akhir.
2. Perusahaan tidak selalu harus berupaya mencari profit makasimum melalui penetapan harga. Sasaran lain yang bisa mereka capai adalah mencakup survival, memakasimumkan penerimaan sekarang, memakasimumkan pertumbuhan penjualan, memakasimumkan penguasaan (skimming) pasar dan kepemimpinan produk atau kualitas.
3. Para pemasar hendaknya memahami seberapa responsif permintaan terhadap
perubahan harga. Untuk mengevaluasi sensitifitas harga, para pemasar bisa menghitung elastisitas permintaan, yang dapat dirumuskan sebagai berikut:
Elastisitas = Persen (%) perubahan dalam kuantitas yang dibeli
Persentase perubahan dalam harga
4. Berbagai jenis biaya harus sipertimbangkan dalam menetapkan harga, termasuk di dalamnya adalah biaya langsung dan tidak langsung, biaya tetap dan biaya variabel, biaya tidak langsung yang bisa dilacak, dan biaya-biaya yang teralokasi. Bila suatu produk atau jasa harus mendatangkan keuntungan bagi perusahaan, harga harus mampu menutup semua biaya mencakup mark-upnya.
5. Harga-harga para pesaing akan mempengaruhi tingkat permintaan barang dan jasa yang ditawarkan peruasahaan dan karenanya harus dipertimbangkan dalam proses penetapan harga.
6. Berbagai cara penetapan yang ada mencakup mark-up, sasaran perolehan, nilai yang bisa diterima, going rate, sealed-bid, dan harga psikologis.
7. Setelah menetapkan struktur harga, perusahaan menyesuikan harganya dengan menggunakan harga geografis, diskon harga, harga promosi, dan harga diskrimiasi, serta harga bauran produk.

Dalam situasi tertentu, pengguna melakukan penilaian atau menghitung-hitung tentang apa yang akan mereka peroleh sebagai balasan dari apa yang mereka berikan. Dengan demikian, harga merupakan pembatas (trade-of) untuk sejumlah benefit (nilai) yang akan diberikan oleh suatu produk (barang atau jasa) dengan sejumlah biaya yang dikaitkan dengan sejumlah biaya yang dikaitkan dengan penggunaan produk tersebut (Yazid), 1999). Pusat informasi yang menghendaki profit harus mampu menutup semua biaya yang berkaitan dengan proses memproduksi dan memasarkan suatu jasa. Selanjutnya menetapkan marjin secukupnya sehingga mampu memberikan keuntungan yang memuaskan.
Yazid (1999) yang mengatakan bahwa, “Harga atau biaya sebuah jasa akan mencakup harga yang bersifat moneter dan harga yang bersifat non-moneter. Harga yang bersifat moneter mempuyai peranan penting bagi bagian pemasaran untuk mengukur tingkat atau porsi penerimaan dari konsumen”. Selanjutnya dikatakan bahwa, di samping itu beberapa biaya non-moneter yang mungkin diperhitungkan konsumen ketika menggunakan suatu jasa mencakup:
1. Waktu. Waktu merupakan komoditas utama bagi sejumlah orang, dan bagi seseorang yang menawarkan jasa dengan pelayanan yang berbeda kepada setiap individu, tetapi mempunyai keterbatasan waktu, mereka akan memperhitungkan biaya terhadap waktu yang digunakan dalam mencari/memburu suatu jasa, karena barangkali waktu yang terbuang itu sebenarnya dapat digunakan untuk keperluan lain.
2. Upaya-upaya yang bersifat fisik. Biaya untuk melakukan upaya-upaya fisik yang diperlukan unruk memperoleh sejumlah jasa bisa saja dimasukkan, khususnya bila penyajian jasa dilakukan secara swalayan.
3. Biaya-biaya sensor. Biaya-biaya ini bisa saja dikenakan sehubungan dengan adanya kebisingan, bau tidak sedap, aliran udara yang tidak lancar, terlalu panas atau terlalu dingin ruangannya, tempat duduk yang tidak nyaman, lingkungan yang terkesan jorok, bahkan rasa yang tidak mengenakkan.
4. Biaya-biaya psikologis. Biaya-biaya ini kadang-kadang dikenakan untuk penggunaan suatu jasa tertentu, seperti upaya yang bersifat mental (berpikir), perasaan adanya ketimpangan atau ketidakadilan bahkan rasa takut. (Yazid, 1999)

3. Promotion (Promosi)
Bauran promosi meliputi berbagai metode, yaitu Iklan, Promosi Penjualan, Penjualan Tatap Muka dan Hubungan Masyarakat. Menggambarkan berbagai macam cara yang ditempuh perusahaan dalam rangka menjual produk ke konsumen.

Promosi
1. Pengertian Promosi.
Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dapat mengarahkan organisasi atau seseorang untuk menciptakan transaksi antara pembeli dan penjual.
Promosi merupakan kegiatan terakhir dari marketing mix yang sangat penting karena sekarang ini kebanyakan pasar lebih banyak bersifat pasar pembeli di mana keputusan terakhir terjadinya transaksi jual beli sangat dipengaruhi oleh konsumen. Oleh karena itu pembeli adalah raja. Para produsen berbagai barang bersaing untuk merebut hati pembeli agar tertarik dan mau membeli barang yang dijualnya. Pada dasarnya keputusan membeli sangat dipengaruhi oleh motif-motif pertimbangan secara emosional, seperti : merasa bangga, sugesti, angan-angan dan sebagainya. Tetapi bisa juga pembeli membeli secara rasional seperti: karena mempertimbangkan riwatnya, ekonomisnya, segi kepraktisan, harganya, pengangkutannya dan sebagainya. Dalam promosi terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan, pada umumnya ada 4 kegiatan yang biasa dilakukan yaitu:
a. Periklanan.
b. Personal selling.
c. Promosi penjualan.
d. Publisitas dan humas.

a. Periklanan (Advertensi)
Periklanan merupakan salah satu bentuk kegiatan promosi yang sering dilakukan perusahaan melalui komunikasi non individu dengan sejumlah biaya seperti iklan melalui media masa, perusahaan iklan, lembaga non laba, individu-individu yang membuat poster dan sebagainya. Periklanan dilakukan untuk memasarkan produk baru, memasuki segmen pasar yang baru atau yang tidak terjangkau oleh salesman maupun personal selling. Periklanan sering dilakukan baik melalui surat kabar, radio dan TV, pos langsung atau bahkan melalui biro periklanan.

b. Personal selling
Personal selling adalah kegiatan promosi yang dilakukan antar individu yang sering bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan kedua belah pihak.*)
Proses personal selling adalah sebagai berikut:
Pelayanan sesudah penjualan

c. Promosi penjualan
Promosi penjualan adalah salah satu bentuk kegiatan promosi dengan menggunakan alat peraga seperti: Peragaan, pameran, demonstrasi, hadiah, contoh barang dan sebagainya.

d. Publisitas
Publisitas merupakan kegiatan promosi yang hampir sama dengan periklanan yaitu melalui media masa tetapi informasi yang diberikan tidak dalam bentuk iklan tetapi
berupa berita. Biasanya lembaga yang dipublisitaskan tidak mengeluarkan biaya sedikitpun tetapi bisa merugikan kalau lembaga yang dipublisitaskan diberitakan kejelekannya
.
Saluran Distribusi ( Place )
Merupakan keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap jasa bagi para pelanggan. Tempat dimana produk tersedia dalam sejumlah saluran distribusi dan outlet yang memungkinkan konsumen dapat dengan mudah memperoleh suatu produk.

Pengertian Saluran Distribusi.
Definisi menurut Philip Kotler mengenai distribusi adalah : “The various the company undertakes to make the product accessible and available to target customer”. Berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produknya mudah diperoleh dan tersedia untuk konsumen sasaran. Sebagai salah satu variabel marketing mix, place / distribusi mempunyai peranan yang sangat penting dalam membantu perusahaan memastikan produknya, karena tujuan dari distribusi adalah menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen pada waktu dan tempat yang tepat.




Pemilihan saluran distribusi
Keputusan penentuan lokasi dan saluran yang digunakan untuk memberikan jasa kepada pelanggan melibatkan pemikiran tentang bagaimana cara mengirimkan atau menyampaikan jasa kepada pelanggan dan dimana hal tersebut akan dilakukan. Ini harus dipertimbangkan karena dalam bidang jasa sering kali tidak dapat ditentukan tempat dimana akan diproduksi dan dikonsumsi pada saat bersamaan. Saluran distribusi dapat dilihat sebagai kumpulan organisasi yang saling bergantungan satu sama lainnya yang terlibat dalam proses penyediaan sebuah produk/pelayanan untuk digunakan atau dikonsumsi. Penyampaian dalam perusahaan jasa harus dapat mencari agen dan lokasi untuk menjangkau populasi yang tersebar luas. Saluran distribusi adalah saluran yang dipakai produsen untuk menyalurkan barang hasil produksinya kepada konsumen, baik sampai berpindahnya hak (penguasaan) sampai dengan pemindahan barang maupun hanya pemindahan hak kepemilikannya saja. Pemilihan saluran distribusi harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
a. Sifat pembeli, seperti kebiasaan membeli, frekuensi pembelian, letak geografis dsb.
b. Sifat produk.
c. Sifat perantara.
d. Sifat pesaing
e. Sifat perusahaan, dan sebagainya Sifat pembeli sangat mempengaruhi keputusan produsen dalam memilih saluran distribusi yang dipakai. Sebagai contohnya, kalau jumlah pembeli hanya, frekuensi pembelian dalam jumlah yang kecil-kecil maka akan membuat produsen cenderung memilih saluran distribusi yang panjang.
Demikian juga sifat produk juga merupakan pertimbangan produsen yang tidak kalah pentingnya. Misalnya, apakah barang tersebut mudah rusak atau tidak, bagaimana ukurannya, bagaimana kualitas barang kalau dilihat dari segi konsumen, harganya dan sebagainya. Kesemuanya itu perlu dijadikan bahan pertimbangan yang penting juga.
Demikian juga masalah sifat perantara, perusahaan, pesaing, pasar yang dituju dan sebagainya menjadi faktor yang penting dalam memilih saluran distribusi yang akan digunakan perusahaan. Saluran distribusi yang digunakan itu dengan tujuan agar barang yang ditawarkan sampai pada konsumen industry maupun konsumen akhir. 4.3 Alternatif pemilihan saluran distribusi. Untuk memakai saluran distribusi tertentu di samping mempertimbangkan faktor-faktor di atas perusahaan juga perlu mengetahui unsure apa saja yang sebenarnya juga mempengaruhi pemilihan saluran distribusi, diantaranya:



a. Tipe perantara. Perantara dalam kenyataannya juga melakukan beberapa macam fungsi pemasaran seperti penyimpanan, pengangkutan, penjualan, pembelian dan sebagainya. Kalau fungsi pemasaran yang dilakukan perantara ternyata lebih efisien disbanding dengan kalau fungsi pemasaran dilakukan oleh produsen maka produsen yang bersangkutan biasanya memasukan perantara kedalam saluran distribusi yang dipilihnya.
Pada dasarnya ada 3 jenis perantara yaitu :
1. Pedagang (Wholesaler) adalah perantara yang secara nyata mempunyai barang dagangan dan melakukan fungsi pemasaran di mana barang yang di dagangkan dalam jumlah volume penjualan yang besar sehingga pedagang besar ini biasanya hanya melayani pembelian dalam jumlah yang banyak atau dengan kata lain tidak melayani kosumen akhir yang membeli untuk memenuhi kebutuhan pribadinnya (atau besifat non-bisnis).
2. Pengecer (retailer) adalah perantara yang berhubungan langsung dengan konsumen akhir baik konsumen untuk keperluan pribadi maupun konsumen industri. Kalau digambarkan saaluran distribusi tersebut adalah sebagai berikut 
3. Agen, Agen merupakan perantara yang ketiga, agen mempunyai perbedaan baik dengan pedagang besar mupun pengecer. Hal ini diperlihatkan pada masalah hak kepemilikan barang yang dijualnya. Kalau pedagang besar dan pengecer memiliki hak milik pada barang yang dijual maka kalau pada agen sebaliknya. Biarpun sebagai agen mereka bisa menjual dalam partai besar tetapi tetap hak miliknya ada pada produsennya
memasukan agen dan langsung ke konsumen akhir.

b. Jumlah Perantara. Kalau ditinjau dari jumlah perantara, ini menyangkut untuk tingkat penyebaran pasar yang diinginkan oleh produsen. Dengan mempertimbangkan jumlah perantara/penyalur maka produsen mempunyai 3 jenis kebijaksanaan alternative pemakaian saluran distribusi, yaitu:
1. Distribusi Insentif. Kebijaksanaan yang dipakai perusahaan dengan jalan memakai sebanyak mungkin penyalur atau pengecer untuk mencapai dengan cepat kebutuhan konsumen dapat terpenuhi dengan segera. Biasanya kebijaksanaan ini dilakukan kalau produsen menjual barang-barang konsumsi sejenis, konvinen atau kebutuhan pokok sehari-hari.
2. Distribusi selektif. Distribusi yang dipilih produsen dengan hanya memakai beberapa perantara saja, untuk memudahkan pengawasan terhadap penyalur. Distribusi ini dipakai untuk memasarkan barang-barang baru, barang spesial maupun barang industri jenis peralatan ekstra. Sehingga dalam pemakaian saluran distribusi ini produsen berusaha memilih berapa penyalur yang benar-benar baik dan mampu melaksanakan fungsi pemasaran.
3. Distribusi eksklusif. Distribusi yang dipilih produsen dengan hanya memilih satu perantara saja dalam wilayah geografis tertentu. Hal ini digunakan untuk pengawasan yang lebih intensif dan mendorong semangat penyalur agar agresif dalam melaksanakan fungsi pemasarannya. Distribusi ini dipakai produsen penghasil barang-barang yang relatif mahal/berat. Karena pemasaran bukanlah ilmu pasti seperti keuangan (finance), teori Marketing mix juga terus berkembang. Dalam perkembangannya, dikenal juga istilah 7P dimana 3P yang selanjutnya adalah People (Orang), Physical Evidence (Bukti Fisik), Process (Proses). Penulis buku Seth Godin, misalnya, juga menawarkan teori P baru yaitu Purple Cow.[1] Perencanaan saluran distribusi dilakukan dengan maksud untuk memperlancar penyaluran produk agar sampai kepada konsumen. Dengan kegiatan distribusi ini diharapkan dapat mempermudah konsumen untuk memperoleh produk setiap saat. Kecepatan dan ketepatan dari saluran distribusi yang dilakukan oleh perusahaan akan sangat membantu konsumen dalam mendapatkan produk perusahaan, hal ini agar dapat menaikkan citra keberadaan produk dan perusahaan itu sendiri.






















Daftar Pustaka

- Hermawan Kartajaya dan Philip Kotler, 2002, Rethinking Marketing; Sustainable Marketing Enterprise in Asia. Jakarta: Prenhallindo.
- Keegan, Warren J. 1996, Manajemen Pemasaran Global: Alih Bahasa, Alexander Sindoro Jilid 1, Jakarta: Prenhallindo.
-Widyatmini,1995, Pengantar Bisnis,Cetakan ke IV edisi 1,seri,Depok,Seri Diktat Kuliah:Gunadarma
- Gruenwald, G. 1985. Seri Pemasaran dan Promosi, Pengembangan Produk Baru, PT Alex Media Komputindo, Jakarta

- Kotler, P. 1995. Manajemen Pemasaran; Analisa, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian. Jilid I, edisi kedelapan, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Wednesday, 4 January 2017

MAKALAH SISTEM OPERASI MINIX






Disusun Oleh :

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2016







BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Sistem operasi Komputer adalah perangkat lunak komputer atau software yang bertugasuntuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras dan juga operasi-operasi dasar sistem,termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah data yang bisadigunakan untuk mempermudah kegiatan manusia. Sistem Operasi dalam bahasa Inggrisnyadisebut Operating System, atau biasa di singkat dengan OS.
1.2 Rumusan Masalah
            1. Apakah definisi Sistem Operasi Minix ?
            2. Sejarah Sistem Operasi Minix ?
            3. Kelebihan Sistem Operasi Minix ?
            4. Design dan implementasi dari Sistem Operasi Minix ?
            5. Perkembangan dan deskripsi arsitektur Sistem Operasi Minix ?
1.3 Tujuan
Tujuan dari pembahasan dalam makalah ini adalah untuk:
1.Mengetahui sistem operasi Minix.
2.Mengetahui jenis-jenis sistem operasi Minix.
3.Mengetahui komponen dari sistem operasi Minix.
4.Mengetahui sejarah awal mula sistem operasi Minix.



1.4 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan pembuatan karya ilmiah ini adalah untuk memenuhi tugas Mata KuliahSistem Operasi. Selain itu, agar kita dapat mengetahui lebih detail apa yang dimaksud dengan sistem operasi komputer dan jenis-jenisnya.



















BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Sistem Operasi
Sistem operasi (bahasa Inggris: operating system ; OS) adalah seperangkat program yangmengelola sumber daya perangkat keras komputer atau hardware, dan menyediakan layananumum untuk aplikasi perangkat lunak. Sistem operasi adalah jenis yang paling penting dari perangkat lunak sistem dalam sistem komputer. Tanpa sistem operasi, pengguna tidak dapatmenjalankan program aplikasi pada komputer mereka, kecuali program aplikasi booting.Sistem operasi mempunyai penjadwalan yang sistematis mencakup perhitungan penggunaan memori, pemrosesan data, penyimpanan data, dan sumber daya lainnya.Untuk fungsi-fungsi perangkat keras seperti sebagai masukan dan keluaran dan alokasimemori.
2.2 Sejarah Sistem Operasi Minix
      MINIX adalah suatu program open source, lisensi Minix diubah pada April 2000, dan diterapkan secara berkala bagi seluruh distribusi Minix yang sebelumnya. Sistem operasi Unix-like (OS) ini didasarkan pada arsitektur microkernel. Andrew S. Tanenbaum menulis sistem operasi ini yang digunakan untuk tujuan bidang pendidikan; MINIX juga mengilhami diciptakannya Linux. Namanya berasal dari kata “minimal” dan “Unix”. Sistem operasi Unix-like adalah sistem operasi yang bertindak dengan suatu cara yang serupa dengan sistem Unix, dimana tidak harus menyesuaikan diri atau bersertifikasi dengan versi apapun  dari Single UNIXspecification.

Minix adalah suatu sistem operasi yang dikembangkan untuk tujuan pendidikan. Bagi penguna, Minix tampak seperti POSIX-compliant Unix, tetapi sebenarnya di dalamnya dibangun dengan suatu modular modern yaitu micro kernel architecture. Minix bukan hanya suatu mainan, ia merupakan suatu sistem operasi yang bermanfaat.

Sekilas Andrew Tanenbaum
Dr. Andrew Stuart “Andy” Tanenbaum (kadang-kadang dipanggil “ast”) lahir tahun 1944 di New York City adalah seorang profesor dari Computer Science di Vrije Universiteit Amsterdam, Netherlands. Dia menciptakan MINIX di Vrije Universiteit Amsterdam untuk menerangkan dengan contoh, prinsip yang disampaikan di text book-nya, Operating Systems: Design and Implementation (1987) (Sistem Operasi: Desain dan Implementasi ( 1987)). Untuk kemudahan, 12,000 bentuk dari sebagian besar C source code dari kernel, memory manager, dan file system dari MINIX 1.0 dicetak di buku. Prentice-Hall juga merilis source program dan biner MINIX di disket dengan sebuah referensi panduan. MINIX 1 adalah sistem-panggilan yang kompatibel dengan Seventh Edition Unix. Ia menghargai profesi mengajarnya sebagai pekerjaan paling utamanya.
Operating Systems: Design and Implementation and Minix menjadi inspirasi Linus Torvalds’ untuk menciptakan cikal bakal Linux. Di Just For Fun autobiografi, Torvalds menguraikan dirinya dengan ungkapan “buku yang meluncurkan aku ke kemuliaan yang baru”. Tanenbaum meneruskan perjalanan tulis-menulisnya dengan menulis the Amoeba distributed operating system, memaksimalkan manfaat penggunaan dari ide microkernel.
2.3 Kelebihan Sistem Operasi Minix
1. Kernel yang Berukuran kecil
Sistem operasi pada umumnya memiliki kernel dengan jutaan baris kode, misalnya linux dan Windows. Tapi hal ini tidak terjadi di MINIX, MINIX memiliki 6000 baris kode sehingga memudahkan di dalam pencarian bug.
2. Kemudahan di dalam mencari bug
Pada umumnya driver dari perangkat ditanamkan di dalam kernel. Hal itu berarti, setiap ada perangkat yang baru kita juga harus memasukkannya di dalam kernel. Dan jika terjadi kesalahan, maka membuat sistem yang berjalan menjadi rusak. Di MINIX, setiap driver dari perangkat dipisahkan dalam proses yang terjadi di user-mode. Driver tidak bisa dieksekusi jika tidak mendapatkan ijin dari kernel, menjalankan intruksi untuk input output dan menulis di memori. Setiap proses harus melakukan panggilan ke kernel terlebih dahulu.
3. Membatasi kerusakan dari buffer overflow
Pada MINIX, semua intruksi dan ruang dari data dipisahkan dan hanya kode yang bersifat read-only di eksekusi di ruang intruksi.
2.4 Design dan implementasi dari Sistem Operasi Minix
Sebuah file sistem Minix mempunyai enam komponen:
•    Boot Block adalah blok berisi boot loader yang berfungsi me-load dan menjalankan sistem operasi pada saat startup sistem yang selalu disimpan di blok pertama.
•    Blok yang kedua adalah Superblock yang menyimpan data tentang file sistem, yang mengijinkan sistem operasi untuk menempatkan dan memahami struktur sistem file yang lain. Sebagai contoh, banyaknya inodes dan zone, ukuran dari dua bitmaps dan memulai blok  pada suatu area data.
•    Inode bitmap adalah suatu peta sederhana dari inodes yang menaksir bagian yang digunakan dan bagian yang bebas dengan menampilkannya sebagai satu (untuk yang digunakan) atau nol (untuk yang free).
•    Zone bitmap bekerja dengan cara yang sama seperti inode bitmap, kecuali pada taksiran zone.
•    Inodes area. Masing-Masing file atau direktori diwakili dengan suatu inode, yang merekap metadata dengan mencakup type (file, directory, block, char, pipe), id untuk user dan group, tiga timestamps untuk merekam tanggal & waktu dari akses terakhir, modifikasi terakhir dan perubahan status terakhir. Suatu inode juga berisi daftar alamat yang menunjuk zone di area data di mana file atau data direktori benar-benar disimpan.
•    Data area adalah komponen yang paling besar dari sistem file, menggunakan mayoritas ruang. Data area adalah di mana file dan data direktori yang nyata disimpan.



2.5 Perkembangan dan deskripsi arsitektur Sistem Operasi Minix
Tanenbaum mula-mula mengembangkan MINIX untuk kompatibilitasnya dengan komputer mikro IBM PC/AT dan IBM PC yang tersedia pada saat itu. MINIX 1.5, yang dirilis pada 1991, mampu mendukung sistem MicroChannel IBM PS/2 dan juga ported pada arsitektur SPARC dan Motorola 68000,  juga mendukung Atari ST, Commodore Amiga, platform komputer Sun SPARCstation dan Apple Macintosh. Ada pula unofficial ports untuk Intel 386 PC compatibles (di 32-bit protected mode), National Semiconductor NS32532, ARM and INMOS transputer prosesors. Meiko Scientific menggunakan versi awal dari MINIX sebagai basis sistem operasi MeikOS untuk komputer yang berdasar pada transputer Computing Surface parallel computers. Versi MINIX yang bisa berjalan sebagai user process di bawah SunOS juga tersedia.
Tuntutan untuk arsitektur yang berbasis 68k menyusut, meski begitu MINIX 2.0, yang dirilis pada 1997 hanya tersedia untuk arsitektur Solaris-hosted SPARC dan x86. Ini adalah subjek utama dari edisi kedua buku Tanenbaum dengan Albert Woodhull yang diproduksi dalam CD-ROM yang disertai  dengan buku. MINIX 2.0 disempurnakan dengan POSIX 1 yang mendukung untuk 386 dan prosesor mode 32-bit yang bakal muncul selanjutnya dan menggantikan protokol Amoeba network yang tercakup di MINIX 1.5 dengan TCP/IP stack. Unofficial port MINIX 2.0.2 untuk 68020 yang berbasis ISICAD Prisma 700 workstation dan Hitachi SH3-based HP Jornada 680/690 PDA juga dikembangkan.
Pada Minix 2.0 bisa digunakan untuk arsitektur yang lain, mencakup Sun SPARC, dan dapat dijalankan dibawah suatu emulator (Bochs, Qemu) atau suatu virtualizer (VMWARE, Virtual PC) pada banyak platform, mencakup Unix, Linux, Microsoft Windows, dan MacIntosh OS.
MINIX 3
MINIX 3 diumumkan di depan umum pada 24 Oktober 2005 oleh Andrew Tanenbaum selama pidatonya pada puncak konferensi ACM Symposium Operating Systems Principles. Walaupun masih bertindak sebagai suatu contoh untuk edisi yang baru tentang buku teks Woodhull’s dan Tanenbaum, Minix 3 dirancang kembali agar “dapat dipakai sebagai sistem yang serius pada resource-limited dan embedded computers dan untuk aplikasi yang menuntut keandalan tinggi”. MINIX 3 sekarang ini hanya mendukung sistem IA-32 architecture PC compatible systems. Minix 3 tersedia dalam suatu format LiveCD yang mengijinkan untuk digunakan pada suatu komputer tanpa menginstalnya di hard drive dan di beberapa versi ia kompatibel dengan sistem emulation/sistem virtualisasi, mencakup Bochs, Qemu, VMware, dan Virtual PC.
MINIX 3 adalah suatu sistem operasi open source baru yang dirancang untuk bisa diandalkan, fleksibel, dan terjamin. Minix 3 sedikit banyak didasarkan pada versi MINIX yang sebelumnya, tetapi pada dasarnya ada banyak perberbedaan. MINIX 1 dan 2 diharapkan seperti peralatan mengajar; sedang MINIX 3 menambahkan gol baru dengan kemampuannya yang dapat dipakai sebagai sebuah sistem yang serius pada resource-limited dan ditempelkan pada komputer dan untuk aplikasi yang menuntut keandalan tinggi.
OS yang baru ini adalah sangat kecil, dengan bagian yang berjalan pada kernel mode di bawah 4000 bentuk dari kode yang bisa dieksekusi. Bagian yang berjalan pada user mode dibagi menjadi modul kecil, yang membatasi dengan baik dari satu sama lain. Sebagai contoh, masing-masing device driver dijalankan sebagai proses user mode yang terpisah sehingga suatu bug dalam suatu driver (betul-betul sumber yang paling besar tentang bug di sistem operasi apapun), tidak bisa membawa keseluruhan OS. Sebenarnya, kebanyakan dari waktu ketika suatu driver menghancurkan dirinya, secara otomatis digantikan tanpa menuntut intervensi pemakai yang manapun, tanpa melakukan booting kembali, dan tanpa mempengaruhi program yang berjalan. Fitur ini, sebagian kecil dari kernel code, dan aspek lain yang sangat ditingkatkan adalah keandalan sistem.
Versi 3.1.2 dirilis 8 Mei 2006 yang berisi X11, emacs, vi, cc, gcc, perl, python, ash, bash, zsh, ftp, ssh, telnet, pine, dan lebih dari 400 program dari UNIX utility programs yang lain. Dengan penambahan X11, versi ini menandai transisi meninggalkan text-only system. Corak yang lain dari versi ini, yang akan ditingkatkan pada masa depan, adalah kemampuan dari sistem untuk melawan device driver yang hancur, dan dalam banyak kasus, device driver yang hancur secara otomatis digantikan tanpa mempengaruhi proses running. Dengan cara ini, MINIX mampu melakukan penyembuhan-diri (self healing) dan dapat digunakan di aplikasi yang menuntut keandalan tinggi. MINIX 3 tersedia secara cuma-cuma di www.MINIX3.org.


MINIX 3 pada awalnya ditargetkan untuk area berikut:
o   Aplikasi di mana keandalan yang sangat tinggi diperlukan;
o    Single-Chip, small-RAM, low power;
o    laptop $ 100  untuk anak-anak dunia ketiga;
o    Sistem yang ditempelkan (misal pada kamera, perekam DVD, cell phone);
o    Aplikasi di mana GPL terlalu membatasi ( MINIX 3 menggunakan lisensi BSD-type);
o    Pendidikan ( contoh: kursus sistem operasi pada universitas);
Fitur MINIX 3
·         POSIX compliant
·         Networking with TCP/IP
·         X Window System
·         Languages: cc, gcc, g++, perl, python, etc.
·         Over 400 UNIX programs
·         Many improvements since V2
·         Full multiuser and multiprogramming
·         Device drivers run as user processes
·         High degree of fault tolerance
·         Full C source code supplied
Perbedaan antara MINIX 3 dan versi utama MINIX 1 dan 2 adalah dikembangkannya tool untuk membantu masyarakat belajar tentang perancangan sistem operasi. MINIX 3 melakukan hal yang sama, dan menyediakan suatu sistem operasi yang modern dengan banyak tool  yang lebih baru seperti X window system and many other UNIX applications.

Minix-Vmd
Minix-vmd adalah sistem operasi open source yang diciptakan dari Minix, dan ditambahkan beberapa fitur tambahan seperti virtual memory dan X Window System support. Minix-Vmd hanya menggabungkan IA-32 dan compatible microprocessor architectures. Ia ditulis oleh banyak pengarang yang juga pengembang Minix, di Vrije Universiteit (VU) Amsterdam yang merupakan singkatan kata dari ” VU Minix Distribution”.
Sistem operasi ini, menurut pengarangnya, tidak dimaksudkan untuk menjadi OS yang digunakan secara umum dan diciptakan untuk memenuhi kebutuhan spesifik yang mereka rasa lebih baik dibanding menjadi OS yang digunakan secara umum seperti Linux. Itu pun tidak untuk tujuan pendidikan seperti orangtuanya, Minix.
Meskipun demikian, OS ini mungkin telah menarik perhatian orang untuk berbagai tujuan yang lain, karena pemakaian sumber dayanya yang kecil dibandingkan dengan OS-OS lain dan faktor-faktor yang lain.
MINIX from Scratch
Minix from Scratch (MFS) adalah suatu komputasi proyek yang mencari dokumen proses pembuatan sistem operasi Minix dari permulaan hingga akhir (“from scratch”), untuk tujuan pendidikan sistem operasi bagi para siswa dan penghobi tentang konsep desain sistem Andrew Tanenbaum yang diterapkan di Minix. MFS diilhami oleh proyek Linux From Scratch dan Minix OS sendiri.
Tim proyek ini terdiri dari Will Senn, Terry Wong, dan Rob Gonzalez; proyek ini bertugas untuk mencari secara aktif pengembang perangkat lunak yang baru.










Bab 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Jadi kesimpulannya system operasi adalah dari dulu hingga sekarang sistem operasi terusmenerus meningkat perkembangannya dengan berbagai macam jenis seperti keluarga Unix,Keluarga Windows dan keluarga Mac OS dari yang biasa hingga professional, sehingga kitadapat mengetahui perkembangan dari sistem operasi tersebut dari generasi pertama hinggasekarang. Yang jelas sistem operasi yang sekarang sudah begitu maju begitu berkembangsecara pesat dan membuat orang-orang mengenal lebih banyak ilmu pengetahuan danteknologi dari anak-anak sampai dewasa termasuk ilmu dari internet yang mudah mencari banyak berita maupun informasi secara gratis ataupun bayar .

3.2 Saran
Karya Ilmiah ini dijadiakan awal proses pembelajaran tentang IT, agar dikesempatan berikutnya menjadi lebih baik, baik secara pembahasan, penjelasan dan penulisannya yang belum tercapai.








DAFTAR PUSTAKA





Disqus Shortname

Comments system